Laman

Rabu, 26 Januari 2011

Siapkan Tas dan Isi Tas mu

 Kita mengisi Laptop, charger, ma alat tulis.
Menurutmu kita mau kemana?
Pakaian, makanan yang cukup banyak, balaclava, pakaian hangat, kompor portable, matras, tenda, dll
Menurutmu kita mau kemana?

Cukup melihat tas dan isi tasnya sudah kelihatan jelas tujuan kita mau kemana??
Tetapkan sekarang, berapa ukuran tas anda dan mau di isi apa untuk menjadi bekal anda melakukan untuk perjalanan hidup anda nanti.
Silahkan tarik nafas sejenak, renungkan, dan imajinasikan mau kemana diri kita nanti? Apa yang benar-benar anda inginkan? Apakah yang kita isikan ke tas kita sudah sesuai tujuan kita? Kalau belum miliki tas baru dan isi tas baru tersebut.

Kamis, 20 Januari 2011

Menghargai karya, ide pemikiran kita adalah wujud kita menghargai Sang Pencipta

Hmmm, tulisan saya jelek ah!, Design saya jelek ah!, gambar saya jelek lah!, malu saya mengusulkan ide sesimpel ini!” Kata-kata ini sering sekali terlontar ketika kita mencoba untuk berkarya, apalagi buat kita yang masih pemula. Kadang kata-kata kita ini juga yang membuat otak kita mandeg kemudian ogah melakukan pengulangan lagi, ogah berkarya dan mencipta lagi. Hal ini yang saya sering rasakan, apakah terjadi pada anda juga? Kalau iya mari kita bersama-sama menghadapinya. Semakin banyak orang semakin semangat berkaryanya.. hehehe

Menurut kalian dari mana datangnya ide? Apakah serta merta saja? Ataukah ada yamg memberinya kepada kita? Menurut Saya, semua milik kita adalah pemberian dari Allah SWT, baik itu yang wujud dan tidak wujud adalah milik Allah. Semuanya adalah Pemberian dan titipan Allah. Hmmmm, ide, gagasan, pemikiran itu berarti pemberian Allah juga dong..

Semisal kita mau memberi orang, trus orang yang kita beri itu menolak pemberian dan bahkan berkata ”pemberianmu itu kurang bagus kok, saya gag mau” apa yang bakal anda lakukan? Apakah anda merasa orang yang anda beri itu menghargai anda? Apakah anda akan memberikan sesuatu yang lebih besar lagi ke orang tadi? Ini hanya sedikit gambaran saja, tidaklah pantas membandingkan Allah dengan manusia tapi dengan cerita ini anda bisa menangkap pesan yang saya maksud.

Bukan hanya memberi dengan ikhlas, Menerima dengan ikhlas adalah wujud syukur kita kepada allah, apapun ide kita, apapun yang kita hasilkan adalah pemberian yang tak terkira darinya. Butuh latihan untuk menerima dengan ikhlas, walaupun mungkin awalnya berat, gag enak, Mungkin ketika kita ikhlas menerima sesuatu yang mungkin kita anggap ”sepele” saat ini, itu bisa menjadi awal pemberian yang lebih besar darinya, yang siapa tahu bisa menjadi kendaraan yang bisa membawa kita ke puncak kesuksesan. Saya kasih contoh dah, Siapa yang tidak kenal sama Sinta dan Jojo, yang beberapa waktu yang lalu sempat menjadi artis paling ngetop yang hampir tiap hari muncul di televisi. Mungkin ada yang menganggap ”yaelah dengan kaya gitu doang bisa masuk TV” ”YUP’ ini adalah pemberian tuhan, dari karya yang sederhana bisa mengantarakan mereka ke kehidupan yang lebih makmur. Bukannya luar biasa kalo karya kita bisa membawa kita sukses juga??
Salah satu amalan yang tidak pernah lepas ketika kita mati adalah ilmu yang bermanfaat, dan hendaknya karya yang anda buat adalah karya yang bermanfaat dan bisa membawa orang yang menikmati karya kita menjadi pribadi yang lebih baik lebih baik. Siapa tahu karya kita mampu membawa kita ke kehidupan yang kekal di Surganya Allah nanti.

Amien ya roball alamin, Jadi tunggu apa lagi, mulailah berkarya, mulailah hormati segala ide dan karya kita.

Menang dan Menang

Pada dasarnya manusia adalah pemenang
 Tuhan telah menempatkan kita sebagai pemenang, dari sebelum kita dilahirkan kita bertanding dengan jutaan sel yang lain dan akhirnya kitalah yang memenangkan persaingan tersebut, perjuangan sebelum lahir kita gag berhenti di situ saja karena kita masih harus bertahan selama sembilan bulan dalam kandungan ibu kita, tidak semua dari kita bisa melewati proses ini, kita bisa terlahir dengan selamat adalah sebuah kemenangan bagi diri kita.


Pada hakikatnya semua manusia adalah pemenang, di dunia ini yang sering disebut pemenang adalah mereka yang sukses dalam kehidupan dunianya. Pertanyaannya tapi kok ada yang sukses ada yang gag ya??  Dalam perjalananya setelah lahir manusia menjaalani berbagai macam proses untuk pendewasaan, seperti kita saat didalam kandungan proses pertumbuhan kita terjadi secara terus menerus dari hari ke hari kita bertumbuh dari janin yang tidak sempurna, hingga menjadi bayi yang siap terlahir didunia. Disitu kita harus melewati proses pertumbuhan yang tidak bisa dilewatkan.


Untuk mencapai sebuah kesuksesan itu bukanlah sebuah proses yang mudah yang hanya cukup mengandalkan keberuntungan semata, secara normal kesuksesan itu tidak bisa diraih secara serta merta saja, kalau bahasa jawanya “ujug-ujug teko”, Tiba tiba ada. Seperti membuat keramik yang cantik saja butuh proses yang panjang, yang  yang bisa dibilang “menyakitkan” bagi keramik itu sendiri, kalau keramik bisa ngomong pasti mereka senang bercerita tentang pengalaman mereka sebelum menjadi cantik..



Saya yakin setiap manusia pasti punya sifat yang gag mau repot dan kadang ketika menghadapi sesuatu yang sulit ingin menghindari hal tersebut. Terus terang ini yang terjadi pada diri saya juga. Padahal sifat ini bertentangan dengan proses pertumbuhan untuk mencapai kita sukses. Tantangan, cobaan, kesulitan sebenarnya adalah proses yang musti kita lewati untuk menggapai kesuksesan tersebut.


Ibaratkan main game kesulitan, dan masalah itu adalah syarat yang harus kita lalui untuk mencapai level berikutnya. Kalau kita gag melewati kesulitan dilevel satu tidak mungkin kita bisa mencapai level kedua, ketiga, dan seterusnya. Ketika kita lari dari masalah ya kita hanya akan berada di level satu. Sebukah kerugian dari bagi kita.


Saya juga terus berusaha untuk melihat sebuah masalah sebagai keberuntungan, keberuntungan yang membawa kita ke level yang lebih tinggi, level yang lebih baik, dan suatu saat nanti membawa ke kemenangan baik dunia dan akhirat.


Amien…


Tulisan isenga dikantor menunggu bel pulang terdengar,, hehehe