Laman

Jumat, 16 Desember 2011

Menjadi Pembelajar Seumur Hidup

Beberapa hari yang lalu saya pribadi sempat merasa capek dengan apa yang saya lakukan, setiap hari hanya baca buku, ikut seminar-seminar, belajar di kelas formal dan saat itu tiba rasa jenuh akan semua itu. Apa yang sebenarnya saya cari selama ini? itu yang sempat saya pikirkan saat itu. Lelah dengan rutinitas belajar dan belajar. Banyak yang saya ingin tahu, lantas apa kalau tahu. Itu juga pertanyaan racun yang sempat hinggap di kepala saya dan hampir saja menggerogoti seluruh semangat untuk belajar dan menemukan hal-hal baru saat itu.

Mungkin banyak diantara teman-teman yang merasakan hal yang sama, merasa jenuh dan lelah akan pembelajaran, roda memang berputar kadang diatas dan kadang diatas. Demikian pula hidup kita, dan kadang orang bilang semangat kita juga. Kalau masalah semangat ini saya termasuk yang percaya bahwa putaran semangat bisa kita atur terus, bisa kita usahakan agar tetap diatas terus. Semangat on terus.

Karena saya yakin semangat itu bisa kita atur agar terus di atas, salah satunya dengan mengubah niat saya belajar yang awalnya karena pengen tahu saja, saya rubah menjadi saya ingin menjadi seorang pembelajar seumur hidup. Pembelajar adalah orang yang selalu belajar disetiap kesempatan waktunya, setiap harinya adalah belajar. Semoga dengan mengubah niat ini semangat selalu membaca buku, diskusi, dan mencari ilmu dari guru terus berkobar dalam hati saya. Dan semoga dengan ini bisa membawa saya ke derajat lebih tinggi dihadapanNya, dihadapan sang kuasa.

Satu hal yang saya pelajari hari ini Belajar sesungguhnya adalah dengan menuliskannya kembali, kenapa karena tulisan itu abadi, apabila ilmu itu tidak kita abadikan hanya bersifat sementara dan akan hilang. Sepintar apapun orang, sebesar apapun karya tapi kalau tidak abadi juga akan sia-sia. Sesuatu yang hanya diomongkan akan lenyap dan sirna, dan dengan dituliskan semuanya akan abadi.

Hal ini mengingatkan saya akan tugas kuliah yang musti dikerjakan, tugas menulis yang gag akan selesai kalau tidak dikerjakan dengan konsisten dari dalam diri ini, semangat berkarya, semangat belajar, semangat berbagi..

Selasa, 22 November 2011

Buku Bagi Anak Nelayan Tanjungmas

Ilmu bagi anak-anak nelayan di daerah Tanjungmas seperti telaga teduh bagi musafir yang berkelana. Perihnya hidup karena kurangnya pengetahuan akan sirna seiring datangnya cakrawala ilmu, bernama : buku.


Daerah yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan ini tergolong masyarakat sederhana. Daerah tersebut rawan terjadi rob, bahkan setiap malam rumah-rumah yang berada di sekitar tambak kerap digenangi rob hingga ketinggian satu meter. Tempat yang mereka huni tersebut tergolong daerah yang sulit dijangkau oleh khalayak. Hal ini dikarenakan akses transportasi yang belum memadai yakni jalan menuju salah satu RT di Tambekrejo yang terpisahkan oleh tambak sehingga orang yang ingin menjangkau daerah tersebut harus melewati jembatan nonpermanen yang terbuat dari bambu. Penduduk di daerah tersebut rata-rata berpendidikan rendah, selepas SD biasanya mereka memutuskan untuk bekerja atau membantu orang tua mencari ikan. Kondisi tersebut membuat pola pikir yang tidak pernah berubah dan memprihatinkan.  Realitas inilah yang mendorong kami untuk merintis sebuah rumah pintar yang dilengkapi dengan buku-buku bacaan dan pelajaran sebagai wadah memperluas pengetahuan anak-anak usia sekolah.

Rupanya tinggal di ibu kota Provinsi Jawa Tengah bukanlah jaminan untuk menjadi orang yang berilmu. Banyak di antara anak-anak usia sekolah yang tidak mampu membaca dan berhitung, sebagian dari mereka mereka memutuskan untuk berhenti bersekolah, dan bekerja tanpa bekal ilmu yang memadai. Alih-alih untuk membeli buku, sebagian besar pendapatan warga sudah di "booking" untuk mencukupi kebutuhan harian mereka.  Kalaupun ada sisa, uang mereka habis untuk memperbaiki rumah yang setiap malam terendam rob. Oleh karena itu, tidak heran jika beberapa anak-anak nelayan memutuskan untuk putus sekolah karena jeratan ekonomi atau pola pikir yang belum maju, buat apa bersekolah toh ujung-ujungnya tetap miskin. Kalaupun ada anak-anak yang bertahan untuk bersekolah, namun fasilitas yang mereka miliki masih sangat terbatas, terutama buku pelajaran dan buku bacaan. Tidak heran jika keberadaan rintisan rumah pintar yang dilengkapi dengan buku-buku bacaan dan pelajaran pada akhirnya bisa menjadi salah satu gerbang bagi anak-anak di Tambakrejo untuk memperluas cakrawala pengetahuan mereka.

rumah pintar ini akan didirikan oleh mahasiswa Universitas Negri Semarang (UNES) dan dibantu oleh tim dari sedekahpendidikan.org, Kami bermaksud  mengajak saudara, teman-teman, dan siapapun untuk membantu dalam pengadaan buku pelajaran ini, kegiatan ini sekaligus membuat sebuah rintisan rumah pintar yang dilengkapi dengan buku-buku bacaan dan pelajaran. Berdasarkan rencana, rintisan rumah pintar akan bertempat di gedung PAUD Sifana yang merupakan sebuah PAUD binaan PT Pertamina dan Unnes. Meskipun bangunan rumah pintar yang kami rintis masih menumpang dengan bangunan lain, tapi hal ini tidak menutup kemungkinan bagi anak-anak yang ingin belajar untuk berkunjung ke sana.


Kami mengajak para donatur untuk untuk mengulurkan tangan dan ikut menyumbang kepada tunas bangsa yang merindukan ilmu untuk kehidupan yang lebih baik. Sumbangan dapat disalurkan dengan menghubungi tim sedekah pendidikan no hp 085643434455 (Y.P. Nugraha)

Minggu, 11 September 2011

Flores Trip Merasa Menjadi Orang Asing di Negeri Sendiri (Part 1)

Oleh  yepe adi
Tidak pernah disangka-sangka sebelumnya aku bisa menginjak tanah di Nusa Tenggara Timur ini,  tepatnya di tanah flores ini, jangankan membayangkan menginjakkan kaki disini mendengar saja saya sudah enggan.. hehehe..
Momen lebaran salah satu momen yang ditunggu2 gag Cuma ditunggu anak-anak, tapi hampir semua umat menunggu moment ini. Apalagi bagi kami, orang-orang yang hidup dirantau seperti ini salah satunya, bagi kami lebaran itu sebagai momen harapan, harapan kalau paling ga pulang sekali dalam setahun saat momen ini.
Tapi buat kami (saya dan teman2) lebaran tahun ini berbeda, sudah dari awal saya merencakan lebaran kali ini tidak mudik, selain memang tepat sebulan lalu sudah pulang ke rumah, liburan kali ini ingin dimanfaatin untuk liburan keliling flores, pulau yang belum saya kenal sebelumnya tapi ternyata pulau ini sudah mendunia, jadi ingat dulu ketika membaca sebuah Headline Koran ketika di Malang, Manggarai tempat  yang Mendunia baru Menusantara.
Perjalanan ini dimulai dari keinginan menjelajahi tempat-tampat yang kami tinggali, dan ternyata pulau flores ini pulau yang sudah terkenal di dunia tentang wisatanya jadilah bertanya sana-sini tentang tempat-tempat menarik di Pulau flores ini,  dari danau kelimutu yang katanya mistis, dan pulau2 tempat pulau komodo tinggal, dan hasilnya kami punya rencana pertama2 kami menuju kelimutu, dari ruteng ke Ende kami tempuh dengan jalur darat, trus sehari di Ende setelah itu pergi ke ruing, yang terkenal dengan 17 pulaunya, lokasinya di selatan bajawa sekitar 4 Jam dari kota ende, setelah itu kami berencana mengunjungi Soa Bajawa, salah satu objek pemandian air panas di pulau Flores, baru setelah itu baru menuju utara flores, ke labuhan bajo dan pulau2 tempat komodo tinggal.
Namanya juga rencana, bisa berubah menyesuaikan keadaan. Saya jadi ingat pertanyaan teman, kenapa kok lidah tidak bisa rusak, sedangkan gigi mudah rusak. Jawabannya lidah itu fleksibel sedangkan gigi keras, hehehe,, nyambung gag ya?? Intinya fleksibel saja selama itu menyenangkan.
Disini perjalanan dimulai, sudah lama kami menunggu waktu ini, karena besok pagi kami sudah cuti bersama dan libur lebaran yang kalau ditotal satu minggu kerja, Hari itu Jumat tanggal 26 Agustus 2011, sore hari saya pergi memesan Travel untuk perjalanan di Ende, dan sampai agen kami sempat kehabisan travel untuk kami berangkat pagi ke Ende, tetapi tenang saja untuk mencari travel bukanlah hal yang sulit karena di depan tempat agen pemesan travel sudah banyak calo2 travel yang siap membantu, dan tradisi disini tidak usah ribet cukup tinggalkan no hp saja, biasanya mereka sudah percaya, gag perlu uang muka gag perlu kwitansi, gag perlu tulis menulis dan akhirnya perburuan travel selesai dan esok pagi kami harus bersiap pagi2.
Minggu, 28 Agustus 2011 jam 07.30 travel kami sudah siap, lebih cepat setengah jam dari waktu yang dijanjikan, sebuah mobil avanza berwarna hijau siap mengantar kita menuju ende, jalur ruteng-ende bukan jalur biasa, ditempuh selama delapan jam dengan jalan penuh kelokan, bener-bener seperti uler yang melingker-lingker jalannya, bating kiri-terus banting kanan-banting kiri lagi, dan hebatnya supir travel disini sudah biasa dan terampil mengemudikan, jadinya ketika belokan bukanya di rem tapi malah tancap gas, benar2 tidak recommended buat driver pemula. Dalam perjalanan itu ada dua teman kami yang diam dan akhirnya melambaikan tangan tidak kuat alias mabok, hehehe, silahkan dicoba gan.


                                                  
Ini yang gambar yang saya ambil ketika terbang diatas pulau flores ini, bisa dilihat dengan kontur bergunung gunung seperti ini otomatis jalan daratnya berkelok-kelok, jadi wajar kalo buat orang yang gag terbiasa jalanya membuat pusing dan memabokkan.
Dalam perjalanan yang kami lalui, saya melihat ke unikan pulau ini dari keindahan alamnya, sampai melihat ada daerah yang subur sekali, dan ada juga daerah yang sangat tandus, kami sempat singgah sejenak di Aumere, disini biasanya para supir travel mengistirahatka penumpannya dalam jalur ruteng  menuju ende, sekedar makan dan buang air. Tetapi karena waktu itu kami sedang puasa, kami memilih tidak menuju ke warung makan peristirahatan kami memilih melihat-lihat dermaga Aumere yang kebetulan letaknya tepat di depan tempat pemberhentian kami. Sudah hampir dua bulan berada di flores tapi belum sempat sama sekali datang ke pantainya sama sekali, momen ini momen pertama saya mengunjungi pantai di Flores.

                                                   
                                                       Dermaga Aumere

                                                    
                         Menikmati pemandangan di sela2 perjalanan

14.30 kami sampai di Ende, dan tinggal di tempat teman kami di rumah dinas KPPN Ende, lumayanlah dapet tebengan paling ga selama berada di Ende, soalnya jadwal kami sedikit berubah karena apabila kita mengikuti rencana kita sebelumnya perjalanan lewat jalur darat ke labuhan bajo bisa seharian lebih, dengan jalur yang kurang bersahabat dikhawatirkan malah tidak menikmati perjalanan. Sehingga kami memilih untuk lewat jalur udara saja, 15 menit sampai labuhan bajo, jadi kami berada di Ende selama 3 hari minggu sore-rabu pagi.
Hal yang pertama kali kami lakukan ketika kami sampai Ende adalah menyelonjorkan kaki, maklum duduk di mobil selama delapan jam bikin badan pegal-pegal, setelah cukup istirahat pun saya diajak si Robet mencari pinjaman motor ke teman KPP Ende, untuk sarana transportasi kami selama di Ende.  Sore itu kami berencana melihat sun set di pantai, tapi berhubung kita kesorean waktu itu jadi tidak sempat melihat sun set di pantai, tapi tidak papa sore itu kita habiskan sambil duduk ngobrol di violet cafe di pinggir pantai di Ende, sekaligus memesan menu untuk buka puasa, setelah selesai makan dan ngobrol sana-sini saatnya pulang sekaligus mencari travel untuk pergi ke danau Kelimutu esok paginya. setelah dapat travel kami segera pulang dan istirahat karena besoknya kita harus sudah berangkat pukul 03.30, harus pagi-pagi buta jika kami ingin melihat Sun rise di puncak karena perjalanan dari kota Ende ke Kelimutu ditempuh sekitar dua jam.
Pagi itu sehabis sahur kami bersiap-siap menunggu jemputan travel, tidak lama kami menunggu jemputan datang mobil Inova tampilan luarnya cukup keren dengan lampu warna-warni, kondisi jalan waktu itu sangat sepi jadi dari jauh travel kami seperti raja jalanan, dan seperti sudah tradisi setiap travel disini masti mutar lagu disko, dengan speaker sub wofer yang mantab efek bass dari lagu2 yang diputar sangat luar biasa, kaca mobil saja sampe berbunyi terrr…. Terrr…. Terrrr…. Wew batin saya dalam hati.
Efek dari musik disko si travel tadi luar biasa, awalnya kami berencana untuk melanjutkan tidur lagi saat perjalanan tapi karena efek musik yang meledak-ledak membuat kami terpaksa terjaga, bisa tidur itu pula hanya sebentar bentar saja, dua jam kita lewati sambil menikmati musik (walaupun dengan terpaksa.. hehehehe), perjalanan dari kota Ende ke Danau kelimutu meliwati jalan berkelok-kelok juga layaknya jalan pegunungan, akhirnya setelah dua jam perjalanan kami pun sampai, dan sopir travel ini mempunyai cara yang unik untuk membangunkan penumpangannya dia besarin volume musiknya sampe paling gede, otomatis teman2 yang tertidur saat itu terbangun.(sungguh cara yang tidak manusiawi.. Hahahaha)


Saatnya Menuju Ke Puncak




Untuk mencapai puncak kelimutu bukanlah hal yang begitu sulit, karena sudah dibuat tangga untuk mencapai puncaknya, Melihat Sun Rise di Puncak Kelimutu adalah suatu kenikmatan tersendiri, selain kita bisa melihat indahnya Sang Fajar ketika dia mulai terbangun dari tidurnya, keindahan danau Kelimutu membuat saya berdecak kagum, subhanalah.. Allah Maha Besar, dia ciptakan pemandangan Seindah Ini, sudah dipuncak gunung, kelimutu pula. Bisa saya ibaratkan keindahan pagi itu adalah pangkat dua, indah sekali.
                                                       


Keindahan Danau Kelimutu sudah terkenal di dunia, Ceritanya jaman dulu danau ini berupa gunung dan setelah gunung itu meletus, muncul tiga kawah yang masyarakat disitu menyebutnya dengan “Tiwu” yang bahasa orang setempat berarti danau atau kolam, pertama Tiwu Ata Pulau, dulu warnanya merah, trus coklat seperti kopi, dan kemarin kita kesana berwarna biru tua, yang disini dipercaya menjadi tempat bersemayam roh jahat. Danau yang kedua bernama Tiwu Nua Muri Koo Fai, yang berwarna hijau dipercaya sebagai tempat bersemayam Muda-mudi, dan yang ketiga Tiwu Ata Mbupu tempat arwah orang tua maupun orang bijaksana. Menurut warga setempat ketiga danau itu adalah “rumah menetap” para arwah selama-lamanya dan sebelum menetap para arwah harus menghadap Konde Ratu atau penjaga Pintu istana Parakonde, setelah memperoleh izin barulah mereka menetap di salah satu danau.
Tidak ada yang mengetahui kapan pastinya danau itu berubah warna dan penyebabnya apa danau itu berubah warna, perubahan warna terjadi secara tiba-tiba, sampai sekarang sudah berpuluh kali kelimutu berganti warna, bisa dibaca di papan keterangan dijalan ketika dalam perjalanan menuju puncak kelimutu.

                                                      


Kata orang Di permukaan danau kelimutu itu kedap udara, dulu pernah diceritakan disini ada beberapa orang yang bunuh diri masuk ke dalam danau, untuk mengangkat jenasah orang2 itu diperlukan Tim Sar dengan peralatan lengkap, sekaligus upacara adat terlebih dahulu. Sempat saya berbincang dengan orang setempat dan mendapatkan beberapa cerita menarik mengenai tempat ini, tapi kali ini tidak akah saya ceritakan semua, bagi yang ingin mengetahui cerita apa saja yang saya dapatkan Silahkan kontak no Hp, Facebook, atau email saya biarkan saya dan pembaca tulisan ini saling mengenal dan silaturahmi, lumayan untuk mengobati rasa penasaran tapi buat teman2 pembaca yang tidak penasaran ya tidak apa2…. (bersambung)

                        


Jumat, 05 Agustus 2011

Menjadi cerdas dengan bertanya

Ketidaktahuan kita terhadap sesuatu membuat kita bingung dan cenderung membuat kita tenang, salah satu hal yang bisa membuat kita tahu adalah belajar dan mencari tahu, tapi pertanyaanya bagaimana cara kita memulai? Salah satu cara yang paling ampuh adalah dengan bertanya, ya hanya sekedar bertanya, saya punya keyakinan apapun yang kita tanyakan passti akan dijawab oleh tuhan lewat alam semestanya, ya dari tiba-tiba kita mendapat ilham, tiba-tiba ada orang lain yang memberitahu, dan berbagai macam hal yang tidak kita sangka.

Menurut psichocybernetics alam bawah sadar kita itu seperti peluru kendali, selalu mengarahkan ke target yang dituju, karena peluru kendali tersebut punya kendali yang selalu megarahkannya ke tujuan. Demikian pula ketika kita bertanya, jawaban dari jawaban pertanyaan kita adalah target dari peluru kendali tersebut, ketika kita sudah bertanya tunggu saja pasti suatu saat  akan menemukan jawaban dari pertanyaan kita tersebut.

Ya apapun pertanyaan anda pasti akan terjawab, dari pola yang seperti ini kita hendaknya hati-hati  terhadap apa yang kita tanyakan kepada tuhan dan alam semesta. Kadang ketika kita merasa susah kadang-kadang kita bertanya kenapa ya kok hidup saya susah terus?? Kenapa yak dagangan kok gag laku-laku? Dan pertanyaan negative-negatif lainnya.

Bagaimana memanfaatkan hal ini menjadi sesuatu yang mengungkan bagi kita?? (ini juga salah satu  contoh pertanyaan lho…). Menurut saya kita harus mempunyai prinsip dan pendirian dulu, prinsip  saya apapun yang terjadi mau bagus atau jelek, mau enak atau gag enak, mau banyak atau sedikit, mau susah atau senang, apapun itu harus membuat saya senantiasa lebih baik lagi dari hari sebelumnya, ketika sudah punya perinsip ini barulah bikin pertanyaan-pertanyaan yang memberdayakan kita. Pertanyaan yang memberdayakan maksudnya pertanyaan yang mampu menimbulkan state emosi positif. Contohnya, kita menjadi semangat, kita menjadi lebih bersyukur, kita menjadi lebih tenang, dll.

Nah  setelah kamu baca tulisan ini, coba terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pasti akan banyak perubahan yang terjadi. Hidup menjadi lebih menyenangkan, hidup akan lebih bahagia lagi. saya juga sedang menerapkan hal ini, pertanyan saya hal bagus apa yang akan saya alami ketika harus bekerja jauh dari keluarga seperti saat ini?? Dan sekarang sudah mulai terjawab, dan sedang menunggu serial berikutnya yang lebih seru dan menyenangkan.

Rabu, 20 Juli 2011

Ini Ceritaku, Mana ceritamu??

Sedikit share tentang perjalanan pertama memenuhi panggilan tugas bekerja di Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Direktorat yang dikenal pola mutasinya bisa kemana aja kalau sekarang di Nusatenggara besoknya tiba-tiba kerja di Padang. Memang menakutkan tatapi dari sini kami bisa mengenal Negara ini lebih dekat dan bisa merasakan tinggal diberbagai tempat di Negeri ini. Pengalaman yang luar biasa dasyat dan gag disangka-sangka.
Tanggal 12 juli 2011, tepatnya hari Jumat tepat seminggu sebelum prajab gelombang I kami para magangers dipanggil ke kantor pusat dengan judul undangannya akan ada sosialisasi tentang Diklat Prajabatan yang akan kami laksanakan, tapi setelah kita berkumpul kok anehnya ada orang kepegawaian disana (eks. Gedung MK, disamping kantor Pusat  Perbendaharaan) dan dari situ tercium kalo penempatan bakal sebentar lagi, soalnya dulu sudah pernah ada yang ngomong kalo suatu saat dikumpulkan semua trus banyak orang kepegawaian disitu, itu cirri-ciri kalo mau penempatan, entah siapa yang ngomong saya lupa yang jelas kakak kelas pastinya. saya tetap mencoba menenangkan diri dan mencoba menafsirkan itu hanya perkiraan aja, gag mungkin secepat ini pikir saya. Tapi ternyata sore itu penempatan benar-benar sudah keluar.
Teknis pengumumannya masing-masing anak dipanggil dan diberi amplop coklat yang disitu isinya SK CPNS dan SK penempatan, tempat dimana masing-masing dari kita ditempatkan. Berhubung nama depan saya huruf y, urutan kedua dari belakang ya terpaksa dipanggilnya terakhir-akhir (sudah biasa sejak SD..hehehehe) sambil harap-harap cemas, saya liat penempatan teman2 yang SKnya udah dibagi duluan, ada yang senang karena tempatnya sesuai keinginan, ada yang teriak2(terutama cewek2) karena penempatan buat cewek2 pun terhitung jauh dari home base mereka.. (alias keluar jawa semua)..
Setelah saya mendapat amplok coklat itu, saya buka amplop dan saya membaca tulisan Ruteng. Hal yang pertama dibenak saya ruteng itu dimana ya? (maklum gag terkenal wkwkwkwk) tiba ada yang nyelutuk kalo ruteng itu di NTB ya kemudian saya telp Ibu saya kalo saya penempatan di NTB, tapi ternyata salah. Setelah ketemu teman saya Asbun, david, dan Depi yang ternyata sama2 ditugaskan di Ruteng saya baru tahu kalo ruteng tu di daerah NTT. Jauh benar pikir saya..
Setelah hari jumat yang mengejutkan itu, Kami diberi waktu satu minggu untuk lapor ke kantor kami yang baru, sempat shock juga sih. Cepat banget rasanya harus meninggalkan kota Jakarta, kota yang luar biasa bagi saya, kota yang memberikan kemudahan akses belajar apa saja. Bersyukur sekali melewatkan tiga tahun di Jakarta kemarin ketika kuliah, banyak hal yang bisa dipelajari dan didapatkan.. (malah cur col… hehehe)..
Tepat saat menyiapkan perpindahan muncul kegalauan, tiba-tiba dompet saya satu-satunya jatuh di jalan. Isinya mulai dari ATM sampai surat-surat berharga, daripada pusing langsung saya blokir kartu atm saya dan kemudian cari surat kehilangan di polisi, waktu yang seharusnya persiapan pindah digunain untuk cari2 surat kehilangan tadi.. poofhhh….  Tiba-tiba malam2 ada yang bilang saya dicari satpam komplek.. dan ternyata dompet saya dibalikin dalam keadaan utuh tanpa berkurang apapun, senang sekali si Doi ketemu lagi. Langsung deh isi uang di dompet saya sodorkan buat si penemu tadi.. dan hati gembira kembali..,hehehehe
Untungnya saya senin ketika wajib lapor itu saya dapat jatah diklat prajabatan di Malang, diklat prajabatan yang selama dua minggu itu menghadirkan banyak cerita seru, dan pengalaman tak terlupakan. Mulai dari kelas yang disukai para dosen karena aktif sekali, kalau diskusi kita aktif kalo materi kita ngantuk bahkan tidur..wkwkwk.. buka kelas malam tiap malam, isi kelas malam curhat tentang kegalauan teman2… biasaya masalah romansa… Malang kota yang indah buat melancong ketika ada jeda waktu buat pesiar ya keluar dari main ke Mall, karoke, BNS, ampe kebun binatang modern jatim park 2.. Prajab gelombang 1 BDK malang memang tak terlupakan.
Untuk yang mengikuti prajab gelombang 1, boleh masuk kantor hari rabu.. kebijakan yang oke banget dah, waktu yang hanya sejenak itu saya manfaatkan pulang kampong ke Magelang, cukuplah untuk meminta restu orang tua untuk bekal di tempat baru nanti, dan ibu malah bikini “bancaan” sebagai rasa syukur.
Disini perjalanan dimulai, dari berangkat pagi-pagi buta menuju bandara Adisucipto Jogja, ternyata sampai disana Garuda G250 tujuan denpasar harus delay sampai hampir jam sepuluh, hampir dua jam  setelah jadwal.. nikmati saja pikir saya, perjalanan ke tempat kerja yang baru pertama ini saya lakukan sendiri, teman-teman yang sama-sama di Ruteng sudah berangkat terlebih dahulu karena mereka diklat digelombang ke-dua dan ke-empat gelombang berikutnya,
Buat ngilangin jenuh sendirian selama di perjalanan saya ditemani buku Provokasinya Pak Prasetya M. Brata lumayan untuk ngilangin jenuh diperjalanan.. sampai di Bali langsung ambil barang trus checkin lagi ganti pesawat, karena pesawat ke labuhan bajo menggunakan pesawat yang berbeda pesawat yang lebih kecil daripada pesawat jurusan Denpasar tadi. Gara2 delay tadi jadi musti cepat-cepat ganti pesawatnya,, waktu di bus bandara tiba-tiba saya liat dua orang yang saya familiar mukanya, kayaknya pernah liat, saya coba samperi dan Tanya bapak2 dari perbendaharaan ya? Mau kemana pak? Tanya saya.. saya dari perbendaharaan juga pak, baru mau berangkat penempatan… kata saya lagi.. kita Mau Monitoring ke Ruteng, ternyata kedua bapak tadi dari kantor pusat yang mau monitoring ke kantor baru saya.. Subhanallah dalam hati saya.. dapat teman dijalan satu tujuan,,wkwkwk.. akhirnya gag jadi sendirian deh dapet teman jalan.. alhamdulillah..
Ruteng berada di Nusa Tenggara Timur, pulau Flores, tepatnnya di Kabupaten Manggarai Timur. Kalau jalurnya bisa ditempuh melalui dua jalur pesawat, pertama pesawat yang melalui labuhan bajo (bandara pulau Komodo), kemudian pesawat yang langsung ke ruteng sendiri,tapi pesawat Cuma melayani Rute Kupang-Ruteng saja. Ruteng terletak di daerah pegunungan dengak ketinggan sekitar 1200 dpl, tempat yang paling dingin di Nusatenggara Timur. Disini cukup ramai, kalau malam sepi, udara dingin sekali jadi lebih pada memilih untuk tetap menghangatkan diri dirumah.
Seminggu berada disini kegiatan hiburan sementara masih olahraga saja jadwalnya seminggu tiga kali badminton, jogging kalau pagi, trus tennis tiap sabtu, minggu. Kalau gag olah raga badan rasanya lemes aja.. darah membeku kali,, hehehehe..
Bersambung…

Jumat, 11 Maret 2011

Kala

Mencoba menjawab pertanyaan dari teman saya, sahabat saya Bayu purnomo yang sekarang tinggal di Surabaya, “ada saran bagaimana membagi waktu biar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin?” kurang lebih begitu pertanyaannya, akan coba saya jawab, walaupun jawabannya ngaco dan hanya dilihat dari sudut pandang yang terlalalu subjektif yaitu sudut pandang saya sendiri. Walaupun mungkin jauh dari sempurna semoga note saya kali ini bisa membantu memberikan sedikit jawaban,

Bagaimana cara membagi waktu??

Jawaban saya: Waktu kok di bagi, emang waktu bisa dibagi?hehehe. Beneran kan nyleneh dan tidak masuk akal jawabannya. Dan kenapa orang kok selama ini cenderung tidak bisa membagi waktu, ya emang tidak bisa dibagi.
Menurut saya bukan masalah membagi waktu, tapi bagaimana menata diri kita agar bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Subjeknya diri kita bukan waktu itu sendiri, sehari waktu tak bisa ditambah dan tidak bisa kurang dari 24 jam (tambahan sama pengurangan aja gag bisa apalagi pembagian... hehehe). Pokoknya sudah Flat, segitu ya segitu gag bisa dikompromi.  Ketika kita sudah sadar bahwa subjek disini adalah kita,  ya kita, kita yang mengatur diri kita sendiri.
Bagaimana cara menata diri kita, adalah dengan membiasakan diri selalu dalam kesadaran ekstra bahwa waktu adalah suatu yang tak ternilai harganya yang tak akan kembali walau kita membayar berapapun jumlahnya rugi ketika kita tidak memanfaatkan sebaik mungkin.

 Alasan lain adalah Orang yang paling beruntung adalah orang yang hari esok lebih baik dari hari ini, dan hari ini lebih baik daripada hari kemarin, bagi saya yang dimaksud “lebih baik” itu berarti dari sisi ilmu bertambah, kebijaksanaan bertambah, teman bertambah, segala yang baik bertambah dalam diri dan kehidupan saya setiap hari. Dan silahkan menambah definisi sendiri apa yang mau bertambah.. anda mau lebih untung 24 kali lipat sehari nya? Atau berapa kali lipat seharinya bisa kita tentukan sendiri seberapa untung anda. Kalau ingin untung 24 kali lipat lebih banyak ya kita ubah definisinya satu jam yang akan datang harus lebih baik dengan jam ini, dan jam sekarang ini lebih baik daripada sejam yang lalu,, mau berapa kali lipatnya?? Terserah anda..

Ketika bicara untung dan rugi, bawah sadar kita selalu berusaha mencari keuntungan sebanyak mungkin dan minghindari kerugian sebesar mungkin. Yah tanamka saja ke bawah sadar anda, rilekskan tubuh anda dan berfikir lah apa keuntungan2 ketika anda memanfaatkan waktu, menggunakan waktu sebaik mungkin, lihat ketika anda bisa menggunakan waktu sebaik mungkin teman anda bertambah, bisnis anda berkembang, profit bisa berlipat-lipat lagi, ilmu2 baru dikepala, dan bayangkan juga ketakutan yang terjadi ketika anda hanya sante2 saja, membuang waktu percuma, dll. Liat efek negatifnya.. dan sim salabim tiba-tiba kok semangat semakin tumbuh untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

 Dalam cerita jawa, cerita tentang Betara Kala, cerita rakyat jawa ketika gerhana bulan sang bulan sedang dimakan sama si betara kala, ketika itu anak-anak kecil keluar bermain, bernyanyi agar bulan dikembalikan lagi. Betara itu ”buto” atau bisa dibilang mahluk yang jahat dan Kala itu artinya waktu,  mite ini sebenarnya kiasan saja, musuh kita sebenarnya adalah waktu.. waktu yang tidak dimanfaatkan, waktu yang terbuang sia-sia. Yup waktu terus berputar, jangan sampai ketika kita sadar nanti kita menemukan diri kita tidak berbuat apa-apa, tidak berkarya apa-apa, dan tiba-tiba mati tak berbekas.

_salam Yepe Adi

Rabu, 26 Januari 2011

Siapkan Tas dan Isi Tas mu

 Kita mengisi Laptop, charger, ma alat tulis.
Menurutmu kita mau kemana?
Pakaian, makanan yang cukup banyak, balaclava, pakaian hangat, kompor portable, matras, tenda, dll
Menurutmu kita mau kemana?

Cukup melihat tas dan isi tasnya sudah kelihatan jelas tujuan kita mau kemana??
Tetapkan sekarang, berapa ukuran tas anda dan mau di isi apa untuk menjadi bekal anda melakukan untuk perjalanan hidup anda nanti.
Silahkan tarik nafas sejenak, renungkan, dan imajinasikan mau kemana diri kita nanti? Apa yang benar-benar anda inginkan? Apakah yang kita isikan ke tas kita sudah sesuai tujuan kita? Kalau belum miliki tas baru dan isi tas baru tersebut.

Kamis, 20 Januari 2011

Menghargai karya, ide pemikiran kita adalah wujud kita menghargai Sang Pencipta

Hmmm, tulisan saya jelek ah!, Design saya jelek ah!, gambar saya jelek lah!, malu saya mengusulkan ide sesimpel ini!” Kata-kata ini sering sekali terlontar ketika kita mencoba untuk berkarya, apalagi buat kita yang masih pemula. Kadang kata-kata kita ini juga yang membuat otak kita mandeg kemudian ogah melakukan pengulangan lagi, ogah berkarya dan mencipta lagi. Hal ini yang saya sering rasakan, apakah terjadi pada anda juga? Kalau iya mari kita bersama-sama menghadapinya. Semakin banyak orang semakin semangat berkaryanya.. hehehe

Menurut kalian dari mana datangnya ide? Apakah serta merta saja? Ataukah ada yamg memberinya kepada kita? Menurut Saya, semua milik kita adalah pemberian dari Allah SWT, baik itu yang wujud dan tidak wujud adalah milik Allah. Semuanya adalah Pemberian dan titipan Allah. Hmmmm, ide, gagasan, pemikiran itu berarti pemberian Allah juga dong..

Semisal kita mau memberi orang, trus orang yang kita beri itu menolak pemberian dan bahkan berkata ”pemberianmu itu kurang bagus kok, saya gag mau” apa yang bakal anda lakukan? Apakah anda merasa orang yang anda beri itu menghargai anda? Apakah anda akan memberikan sesuatu yang lebih besar lagi ke orang tadi? Ini hanya sedikit gambaran saja, tidaklah pantas membandingkan Allah dengan manusia tapi dengan cerita ini anda bisa menangkap pesan yang saya maksud.

Bukan hanya memberi dengan ikhlas, Menerima dengan ikhlas adalah wujud syukur kita kepada allah, apapun ide kita, apapun yang kita hasilkan adalah pemberian yang tak terkira darinya. Butuh latihan untuk menerima dengan ikhlas, walaupun mungkin awalnya berat, gag enak, Mungkin ketika kita ikhlas menerima sesuatu yang mungkin kita anggap ”sepele” saat ini, itu bisa menjadi awal pemberian yang lebih besar darinya, yang siapa tahu bisa menjadi kendaraan yang bisa membawa kita ke puncak kesuksesan. Saya kasih contoh dah, Siapa yang tidak kenal sama Sinta dan Jojo, yang beberapa waktu yang lalu sempat menjadi artis paling ngetop yang hampir tiap hari muncul di televisi. Mungkin ada yang menganggap ”yaelah dengan kaya gitu doang bisa masuk TV” ”YUP’ ini adalah pemberian tuhan, dari karya yang sederhana bisa mengantarakan mereka ke kehidupan yang lebih makmur. Bukannya luar biasa kalo karya kita bisa membawa kita sukses juga??
Salah satu amalan yang tidak pernah lepas ketika kita mati adalah ilmu yang bermanfaat, dan hendaknya karya yang anda buat adalah karya yang bermanfaat dan bisa membawa orang yang menikmati karya kita menjadi pribadi yang lebih baik lebih baik. Siapa tahu karya kita mampu membawa kita ke kehidupan yang kekal di Surganya Allah nanti.

Amien ya roball alamin, Jadi tunggu apa lagi, mulailah berkarya, mulailah hormati segala ide dan karya kita.

Menang dan Menang

Pada dasarnya manusia adalah pemenang
 Tuhan telah menempatkan kita sebagai pemenang, dari sebelum kita dilahirkan kita bertanding dengan jutaan sel yang lain dan akhirnya kitalah yang memenangkan persaingan tersebut, perjuangan sebelum lahir kita gag berhenti di situ saja karena kita masih harus bertahan selama sembilan bulan dalam kandungan ibu kita, tidak semua dari kita bisa melewati proses ini, kita bisa terlahir dengan selamat adalah sebuah kemenangan bagi diri kita.


Pada hakikatnya semua manusia adalah pemenang, di dunia ini yang sering disebut pemenang adalah mereka yang sukses dalam kehidupan dunianya. Pertanyaannya tapi kok ada yang sukses ada yang gag ya??  Dalam perjalananya setelah lahir manusia menjaalani berbagai macam proses untuk pendewasaan, seperti kita saat didalam kandungan proses pertumbuhan kita terjadi secara terus menerus dari hari ke hari kita bertumbuh dari janin yang tidak sempurna, hingga menjadi bayi yang siap terlahir didunia. Disitu kita harus melewati proses pertumbuhan yang tidak bisa dilewatkan.


Untuk mencapai sebuah kesuksesan itu bukanlah sebuah proses yang mudah yang hanya cukup mengandalkan keberuntungan semata, secara normal kesuksesan itu tidak bisa diraih secara serta merta saja, kalau bahasa jawanya “ujug-ujug teko”, Tiba tiba ada. Seperti membuat keramik yang cantik saja butuh proses yang panjang, yang  yang bisa dibilang “menyakitkan” bagi keramik itu sendiri, kalau keramik bisa ngomong pasti mereka senang bercerita tentang pengalaman mereka sebelum menjadi cantik..



Saya yakin setiap manusia pasti punya sifat yang gag mau repot dan kadang ketika menghadapi sesuatu yang sulit ingin menghindari hal tersebut. Terus terang ini yang terjadi pada diri saya juga. Padahal sifat ini bertentangan dengan proses pertumbuhan untuk mencapai kita sukses. Tantangan, cobaan, kesulitan sebenarnya adalah proses yang musti kita lewati untuk menggapai kesuksesan tersebut.


Ibaratkan main game kesulitan, dan masalah itu adalah syarat yang harus kita lalui untuk mencapai level berikutnya. Kalau kita gag melewati kesulitan dilevel satu tidak mungkin kita bisa mencapai level kedua, ketiga, dan seterusnya. Ketika kita lari dari masalah ya kita hanya akan berada di level satu. Sebukah kerugian dari bagi kita.


Saya juga terus berusaha untuk melihat sebuah masalah sebagai keberuntungan, keberuntungan yang membawa kita ke level yang lebih tinggi, level yang lebih baik, dan suatu saat nanti membawa ke kemenangan baik dunia dan akhirat.


Amien…


Tulisan isenga dikantor menunggu bel pulang terdengar,, hehehe