Laman

Kamis, 20 Januari 2011

Menang dan Menang

Pada dasarnya manusia adalah pemenang
 Tuhan telah menempatkan kita sebagai pemenang, dari sebelum kita dilahirkan kita bertanding dengan jutaan sel yang lain dan akhirnya kitalah yang memenangkan persaingan tersebut, perjuangan sebelum lahir kita gag berhenti di situ saja karena kita masih harus bertahan selama sembilan bulan dalam kandungan ibu kita, tidak semua dari kita bisa melewati proses ini, kita bisa terlahir dengan selamat adalah sebuah kemenangan bagi diri kita.


Pada hakikatnya semua manusia adalah pemenang, di dunia ini yang sering disebut pemenang adalah mereka yang sukses dalam kehidupan dunianya. Pertanyaannya tapi kok ada yang sukses ada yang gag ya??  Dalam perjalananya setelah lahir manusia menjaalani berbagai macam proses untuk pendewasaan, seperti kita saat didalam kandungan proses pertumbuhan kita terjadi secara terus menerus dari hari ke hari kita bertumbuh dari janin yang tidak sempurna, hingga menjadi bayi yang siap terlahir didunia. Disitu kita harus melewati proses pertumbuhan yang tidak bisa dilewatkan.


Untuk mencapai sebuah kesuksesan itu bukanlah sebuah proses yang mudah yang hanya cukup mengandalkan keberuntungan semata, secara normal kesuksesan itu tidak bisa diraih secara serta merta saja, kalau bahasa jawanya “ujug-ujug teko”, Tiba tiba ada. Seperti membuat keramik yang cantik saja butuh proses yang panjang, yang  yang bisa dibilang “menyakitkan” bagi keramik itu sendiri, kalau keramik bisa ngomong pasti mereka senang bercerita tentang pengalaman mereka sebelum menjadi cantik..



Saya yakin setiap manusia pasti punya sifat yang gag mau repot dan kadang ketika menghadapi sesuatu yang sulit ingin menghindari hal tersebut. Terus terang ini yang terjadi pada diri saya juga. Padahal sifat ini bertentangan dengan proses pertumbuhan untuk mencapai kita sukses. Tantangan, cobaan, kesulitan sebenarnya adalah proses yang musti kita lewati untuk menggapai kesuksesan tersebut.


Ibaratkan main game kesulitan, dan masalah itu adalah syarat yang harus kita lalui untuk mencapai level berikutnya. Kalau kita gag melewati kesulitan dilevel satu tidak mungkin kita bisa mencapai level kedua, ketiga, dan seterusnya. Ketika kita lari dari masalah ya kita hanya akan berada di level satu. Sebukah kerugian dari bagi kita.


Saya juga terus berusaha untuk melihat sebuah masalah sebagai keberuntungan, keberuntungan yang membawa kita ke level yang lebih tinggi, level yang lebih baik, dan suatu saat nanti membawa ke kemenangan baik dunia dan akhirat.


Amien…


Tulisan isenga dikantor menunggu bel pulang terdengar,, hehehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar