Mencoba menjawab pertanyaan dari teman saya, sahabat saya Bayu
purnomo yang sekarang tinggal di Surabaya, “ada saran bagaimana membagi
waktu biar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin?” kurang lebih begitu
pertanyaannya, akan coba saya jawab, walaupun jawabannya ngaco dan hanya
dilihat dari sudut pandang yang terlalalu subjektif yaitu sudut pandang
saya sendiri. Walaupun mungkin jauh dari sempurna semoga note saya kali
ini bisa membantu memberikan sedikit jawaban,
Bagaimana cara membagi waktu??
Jawaban
saya: Waktu kok di bagi, emang waktu bisa dibagi?hehehe. Beneran kan
nyleneh dan tidak masuk akal jawabannya. Dan kenapa orang kok selama ini
cenderung tidak bisa membagi waktu, ya emang tidak bisa dibagi.
Menurut
saya bukan masalah membagi waktu, tapi bagaimana menata diri kita agar
bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Subjeknya diri kita bukan waktu
itu sendiri, sehari waktu tak bisa ditambah dan tidak bisa kurang dari
24 jam (tambahan sama pengurangan aja gag bisa apalagi pembagian...
hehehe). Pokoknya sudah Flat, segitu ya segitu gag bisa dikompromi.
Ketika kita sudah sadar bahwa subjek disini adalah kita, ya kita, kita
yang mengatur diri kita sendiri.
Bagaimana cara menata diri kita,
adalah dengan membiasakan diri selalu dalam kesadaran ekstra bahwa
waktu adalah suatu yang tak ternilai harganya yang tak akan kembali
walau kita membayar berapapun jumlahnya rugi ketika kita tidak
memanfaatkan sebaik mungkin.
Alasan lain adalah Orang
yang paling beruntung adalah orang yang hari esok lebih baik dari hari
ini, dan hari ini lebih baik daripada hari kemarin, bagi saya yang
dimaksud “lebih baik” itu berarti dari sisi ilmu bertambah,
kebijaksanaan bertambah, teman bertambah, segala yang baik bertambah
dalam diri dan kehidupan saya setiap hari. Dan silahkan menambah
definisi sendiri apa yang mau bertambah.. anda mau lebih untung 24 kali
lipat sehari nya? Atau berapa kali lipat seharinya bisa kita tentukan
sendiri seberapa untung anda. Kalau ingin untung 24 kali lipat lebih
banyak ya kita ubah definisinya satu jam yang akan datang harus lebih
baik dengan jam ini, dan jam sekarang ini lebih baik daripada sejam yang
lalu,, mau berapa kali lipatnya?? Terserah anda..
Ketika
bicara untung dan rugi, bawah sadar kita selalu berusaha mencari
keuntungan sebanyak mungkin dan minghindari kerugian sebesar mungkin.
Yah tanamka saja ke bawah sadar anda, rilekskan tubuh anda dan berfikir
lah apa keuntungan2 ketika anda memanfaatkan waktu, menggunakan waktu
sebaik mungkin, lihat ketika anda bisa menggunakan waktu sebaik mungkin
teman anda bertambah, bisnis anda berkembang, profit bisa berlipat-lipat
lagi, ilmu2 baru dikepala, dan bayangkan juga ketakutan yang terjadi
ketika anda hanya sante2 saja, membuang waktu percuma, dll. Liat efek
negatifnya.. dan sim salabim tiba-tiba kok semangat semakin tumbuh untuk
memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
Dalam cerita jawa,
cerita tentang Betara Kala, cerita rakyat jawa ketika gerhana bulan sang
bulan sedang dimakan sama si betara kala, ketika itu anak-anak kecil
keluar bermain, bernyanyi agar bulan dikembalikan lagi. Betara itu
”buto” atau bisa dibilang mahluk yang jahat dan Kala itu artinya waktu,
mite ini sebenarnya kiasan saja, musuh kita sebenarnya adalah waktu..
waktu yang tidak dimanfaatkan, waktu yang terbuang sia-sia. Yup waktu
terus berputar, jangan sampai ketika kita sadar nanti kita menemukan
diri kita tidak berbuat apa-apa, tidak berkarya apa-apa, dan tiba-tiba
mati tak berbekas.
_salam Yepe Adi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar