Laman

Jumat, 11 Maret 2011

Kala

Mencoba menjawab pertanyaan dari teman saya, sahabat saya Bayu purnomo yang sekarang tinggal di Surabaya, “ada saran bagaimana membagi waktu biar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin?” kurang lebih begitu pertanyaannya, akan coba saya jawab, walaupun jawabannya ngaco dan hanya dilihat dari sudut pandang yang terlalalu subjektif yaitu sudut pandang saya sendiri. Walaupun mungkin jauh dari sempurna semoga note saya kali ini bisa membantu memberikan sedikit jawaban,

Bagaimana cara membagi waktu??

Jawaban saya: Waktu kok di bagi, emang waktu bisa dibagi?hehehe. Beneran kan nyleneh dan tidak masuk akal jawabannya. Dan kenapa orang kok selama ini cenderung tidak bisa membagi waktu, ya emang tidak bisa dibagi.
Menurut saya bukan masalah membagi waktu, tapi bagaimana menata diri kita agar bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Subjeknya diri kita bukan waktu itu sendiri, sehari waktu tak bisa ditambah dan tidak bisa kurang dari 24 jam (tambahan sama pengurangan aja gag bisa apalagi pembagian... hehehe). Pokoknya sudah Flat, segitu ya segitu gag bisa dikompromi.  Ketika kita sudah sadar bahwa subjek disini adalah kita,  ya kita, kita yang mengatur diri kita sendiri.
Bagaimana cara menata diri kita, adalah dengan membiasakan diri selalu dalam kesadaran ekstra bahwa waktu adalah suatu yang tak ternilai harganya yang tak akan kembali walau kita membayar berapapun jumlahnya rugi ketika kita tidak memanfaatkan sebaik mungkin.

 Alasan lain adalah Orang yang paling beruntung adalah orang yang hari esok lebih baik dari hari ini, dan hari ini lebih baik daripada hari kemarin, bagi saya yang dimaksud “lebih baik” itu berarti dari sisi ilmu bertambah, kebijaksanaan bertambah, teman bertambah, segala yang baik bertambah dalam diri dan kehidupan saya setiap hari. Dan silahkan menambah definisi sendiri apa yang mau bertambah.. anda mau lebih untung 24 kali lipat sehari nya? Atau berapa kali lipat seharinya bisa kita tentukan sendiri seberapa untung anda. Kalau ingin untung 24 kali lipat lebih banyak ya kita ubah definisinya satu jam yang akan datang harus lebih baik dengan jam ini, dan jam sekarang ini lebih baik daripada sejam yang lalu,, mau berapa kali lipatnya?? Terserah anda..

Ketika bicara untung dan rugi, bawah sadar kita selalu berusaha mencari keuntungan sebanyak mungkin dan minghindari kerugian sebesar mungkin. Yah tanamka saja ke bawah sadar anda, rilekskan tubuh anda dan berfikir lah apa keuntungan2 ketika anda memanfaatkan waktu, menggunakan waktu sebaik mungkin, lihat ketika anda bisa menggunakan waktu sebaik mungkin teman anda bertambah, bisnis anda berkembang, profit bisa berlipat-lipat lagi, ilmu2 baru dikepala, dan bayangkan juga ketakutan yang terjadi ketika anda hanya sante2 saja, membuang waktu percuma, dll. Liat efek negatifnya.. dan sim salabim tiba-tiba kok semangat semakin tumbuh untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

 Dalam cerita jawa, cerita tentang Betara Kala, cerita rakyat jawa ketika gerhana bulan sang bulan sedang dimakan sama si betara kala, ketika itu anak-anak kecil keluar bermain, bernyanyi agar bulan dikembalikan lagi. Betara itu ”buto” atau bisa dibilang mahluk yang jahat dan Kala itu artinya waktu,  mite ini sebenarnya kiasan saja, musuh kita sebenarnya adalah waktu.. waktu yang tidak dimanfaatkan, waktu yang terbuang sia-sia. Yup waktu terus berputar, jangan sampai ketika kita sadar nanti kita menemukan diri kita tidak berbuat apa-apa, tidak berkarya apa-apa, dan tiba-tiba mati tak berbekas.

_salam Yepe Adi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar