Ruteng, 17 September 2013
Jalan yang kami lalui semakin berat.
Kami harus membawanya menapaki bukit Lokom yang terjal. Dibantu beberapa
siswa SDI Lokom, dan kebetulan saat itu ada orang tua siswa yang akan
kembali pulang ke kampung Lokom dan mereka dengan senang hati mau ikut
membantu membawa paket bantuan di karung menuju ke sekolah. Kami membawa
paket-paket perlengkapan sekolah menuju SDI Lokom yang terletak diujung
bukit, kami harus melewati beberapa sungai kecil dan dua sungai besar
yang mengalir deras tanpa ada jembatan untuk menyeberanginya hanya
berpijak pada batuan-batuan yang ada di aliran sungai Waecireng untuk
melewatinya. Mendaki perbukitan yang terjal dan ditambah membawa barang
yang tidak ringan membuat kami kesulitan untuk menapaki jalan setapak
yang mendaki, kami harus melewati tebing-tebing dengan jurang di sebelah
kami.
Tidak hanya sekali atau dua kali kami
jatuh bangun karena medan yang licin disebabkan guyuran hujan. Kondisi
jalan yang sudah mulai gelap membuat kami semakin kesulitan dengan jarak
pandang yang terbatas karena hanya mengandalkan senter, jalan setapak yang kami lewati semakin sulit dan mendaki dengan kemiringan sekitar 60o, setelah hampir 2 jam kami berjalan menapaki perbukitan akhirnya kami tiba di lokasi. Setelah
sampai di lokasi Kampung Lokom kami disambut dengan upacara adat,
karena penyerahan bantuan ini bersamaan dengan perpisahan SM3T angkatan
II dan penerimaan SM3T angkatan III. Pagi harinya, 58 paket telah kami
siapkan untuk siswa SDI Lokom yang berjumlah 58 siswa dari kelas satu
hingga kelas enam. Tetapi kelas III di sekolah ini tidak ada. Anak-anak
terlihat begitu antusias melihat kami membawa perlengkapan sekolah yang
akan kami bagikan untuk mereka. Untuk membaginya kami sengaja memanggil
satu persatu siswa dari kelas satu hingga kelas enam, hal ini kami
maksudkan agar anak-anak tertib dalam menerima perlengkapan sekolah.
Kegembiraan mereka begitu terlihat
ketika kami selelesai membagikan perlengkapan sekolah, memiliki alat
sekolah layak adalah hal yang sulit untuk mereka. Anak-anak langsung
memakainya dan tersenyum senang melihat sepatu, seragam sekolah dan tas
baru yang telah berisi alat-alat sekolah. Jika biasanya mereka datang
sekolah dengan baju yang lusuh tanpa sepatu dan bahkan hanya kantong
plastik bekas yang mereka gunakan untuk tempat buku-buku mereka,
sekarang mereka pergi sekolah dengan seragam lengkap juga tas serta alat
tulis yang memadai. Semoga ini menjadi motivasi mereka untuk meraih
mimpi-mimpi karena mereka adalah generasi emas Indonesia yang akan
menjadi pilar kemajuan bangsa dimasa yang akan datang.
” Wujudkan Asa untuk Meraih Cita… Ayo BerbuatBaik! ”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar