Ilmu bagi anak-anak nelayan di daerah Tanjungmas seperti
telaga teduh bagi musafir yang berkelana. Perihnya hidup karena
kurangnya pengetahuan akan sirna seiring datangnya cakrawala ilmu,
bernama : buku.
Daerah yang sebagian
besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan ini tergolong
masyarakat sederhana. Daerah tersebut rawan terjadi rob, bahkan setiap
malam rumah-rumah yang berada di sekitar tambak kerap digenangi rob
hingga ketinggian satu meter. Tempat yang mereka huni tersebut tergolong
daerah yang sulit dijangkau oleh khalayak. Hal ini dikarenakan akses
transportasi yang belum memadai yakni jalan menuju salah satu RT di
Tambekrejo yang terpisahkan oleh tambak sehingga orang yang ingin
menjangkau daerah tersebut harus melewati jembatan nonpermanen yang
terbuat dari bambu. Penduduk di daerah tersebut rata-rata berpendidikan
rendah, selepas SD biasanya mereka memutuskan untuk bekerja atau
membantu orang tua mencari ikan. Kondisi tersebut membuat pola pikir
yang tidak pernah berubah dan memprihatinkan. Realitas inilah yang
mendorong kami untuk merintis sebuah rumah pintar yang dilengkapi dengan
buku-buku bacaan dan pelajaran sebagai wadah memperluas pengetahuan
anak-anak usia sekolah.
Rupanya tinggal di ibu kota
Provinsi Jawa Tengah bukanlah jaminan untuk menjadi orang yang berilmu.
Banyak di antara anak-anak usia sekolah yang tidak mampu membaca dan
berhitung, sebagian dari mereka mereka memutuskan untuk berhenti
bersekolah, dan bekerja tanpa bekal ilmu yang memadai. Alih-alih untuk
membeli buku, sebagian besar pendapatan warga sudah di "booking"
untuk mencukupi kebutuhan harian mereka. Kalaupun ada sisa, uang
mereka habis untuk memperbaiki rumah yang setiap malam terendam rob.
Oleh karena itu, tidak heran jika beberapa anak-anak nelayan memutuskan
untuk putus sekolah karena jeratan ekonomi atau pola pikir yang belum
maju, buat apa bersekolah toh ujung-ujungnya tetap miskin.
Kalaupun ada anak-anak yang bertahan untuk bersekolah, namun fasilitas
yang mereka miliki masih sangat terbatas, terutama buku pelajaran dan
buku bacaan. Tidak heran jika keberadaan rintisan rumah pintar yang
dilengkapi dengan buku-buku bacaan dan pelajaran pada akhirnya bisa
menjadi salah satu gerbang bagi anak-anak di Tambakrejo untuk memperluas
cakrawala pengetahuan mereka.
rumah pintar ini akan
didirikan oleh mahasiswa Universitas Negri Semarang (UNES) dan dibantu
oleh tim dari sedekahpendidikan.org, Kami bermaksud mengajak saudara,
teman-teman, dan siapapun untuk membantu dalam pengadaan buku pelajaran
ini, kegiatan ini sekaligus membuat sebuah rintisan rumah pintar yang
dilengkapi dengan buku-buku bacaan dan pelajaran. Berdasarkan rencana,
rintisan rumah pintar akan bertempat di gedung PAUD Sifana yang
merupakan sebuah PAUD binaan PT Pertamina dan Unnes. Meskipun bangunan
rumah pintar yang kami rintis masih menumpang dengan bangunan lain, tapi
hal ini tidak menutup kemungkinan bagi anak-anak yang ingin belajar
untuk berkunjung ke sana.
Kami mengajak para
donatur untuk untuk mengulurkan tangan dan ikut menyumbang kepada tunas
bangsa yang merindukan ilmu untuk kehidupan yang lebih baik. Sumbangan
dapat disalurkan dengan menghubungi tim sedekah pendidikan no hp
085643434455 (Y.P. Nugraha)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar